Minggu, 24 September 2017

Membuka Transportasi Udara di Papua

id NAM
Membuka Transportasi Udara di Papua
Pesawat NAM Air. (bumn.go.id)
Jakarta (Antara Babel) - Kondisi geografis Papua yang berbukit dan memiliki hutan lebat serta tidak memiliki infrastruktur jalan raya yang memadai, seperti di Jawa atau Sumatera, menjadikan transportasi menjadi kendala utama masyarakat setempat.

Transportasi udara menggunakan pesawat terbang sampai saat ini merupakan alat angkut yang paling efektif dan paling banyak dibutuhkan penduduk di pulau itu sekalipun tidak murah untuk itu.

Sejumlah maskapai penerbangan pun berebut ingin memanfaatkan kondisi geografis pulau itu dengan cara ramai-ramai membuka rute penerbangan dari dan ke sejumlah kota, baik tingkat kabupaten maupun ibukota provinsi.

Jika dilihat dari kondisi infrastruktur bandara udara yang sudah cukup memadai, tidak sedikit ada bandara yang mampu didarati oleh pesawat jet sekelas Boeing dan Airbus maupun pesawat baling-baling seperti ATR maupun Cassa.

GM PT Angkasa Pura I Biak Minggus E.T. Gandeguai mengakui bahwa pesawat udara adalah transportasi yang paling tepat saat ini jika melihat kondisi pulau ini yang infrastruktur jalan raya masih belum sebaik di Indonesia bagian barat dan tengah.

Oleh sebab itu, pihaknya sangat mendorong dan menyambut perusahaan maskapai penerbangan yang ingin membuka rute baru di pulau ini karena memang sangat dibutuhkan dan banyak peminatnya.

"Masyarakat di sini tak terlalu mempermasalahkan harga. Akan tetapi yang mereka tanyakan adalah ada tempat duduk atau tidak untuk dirinya," katanya.

Pihaknya selama ini tak henti-hentinya terus mengajak perusahaan penerbangan untuk menambah rute penerbangan di tanah Papua karena prospeknya sangat besar dan terbuka luas.

Mengenai kondisi bandara udara, dia menjamin tidak perlu dikhawatirkan karena banyak bandara yang sudah layak untuk didarati meskipun memang diakui perubahan cuaca sering kali membuat pesawat terlambat untuk mendarat maupun terbang.

Di Bandara Frans Kaisiepo, Biak, misalnya, saat ini memiliki panjang landasan 3.600 meter dan sanggup didarati pesawat berbadan besar sekelas Antonov buatan Rusia.

Kondisi seperti ini hendaknya bisa dimanfaatkan oleh maskapai penerbangan selain mampu menguntungkan dari sisi bisnis juga mengajak membuka konektivitas udara di Papua yang memang membutuhkan angkutan udara.


Rute Baru

Salah satu maskapai penerbangan yang ingin melebarkan sayap ke tanah Papua adalah Nam Air yang merupakan anak perusahaan Sriwijaya Air Grup

Setelah resmi mendatangkan pesawat baru tipe ATR, mulai 20 Juli 2017 Nam Air akan mulai melayani beberapa penerbangan rute baru di kawasan Indonesia timur.

Rute yang dimaksud adalah Nabire-Biak pergi pulang (p.p.), Nabire-Jayapura PP dan Jayapura-Dekai PP. Nam Air melayani tiga rute baru tersebut sebanyak satu kali setiap hari dengan pesawat ATR 72-600 dengan kapasitas 72 kursi.

Terobosan baru yang dilakukan oleh Nam Air menggunakan pesawat ATR ini diyakini dapat membuka konektivitas transportasi udara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Dengan dioperasikannya pesawat ATR berkapasitas 72 penumpang, diharapkan bisa membantu pemenuhan jasa angkutan udara bagi semua warga di Indonesia timur.

"Lebih jauh lagi, semoga kehadiran rute baru Nam Air ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membantu percepatan pembangunan dan pariwisata di tanah Papua," kata Direktur Komersial Sriwijaya Grup Toto Nursatyo.

Jadwal penerbangan rute Nabire-Biak p.p., yaitu berangkat dari Nabire pukul 06.30 WIT dan tiba di Biak pukul 07.20 WIT, sedangkan penerbangan sebaliknya, yakni berangkat dari Biak pukul 07.45 WIT dan akan tiba kembali di Nabire pada pukul 08.35 WIT.

Untuk penerbangan Nabire-Jayapura p.p., yaitu berangkat dari Nabire pukul 09.00 WIT dan tiba di Jayapura pukul 10.40 WIT. Sementara itu, untuk penerbangan sebaliknya, berangkat dari Jayapura pukul 13.55 WIT dan akan tiba kembali di Nabire pada pukul 15.35 WIT.

Untuk penerbangan Jayapura-Dekai PP, berangkat dari Jayapura pukul 11.15 WIT, tiba di Dekai pukul 12.05 WIT. Sementara itu, penerbangan sebaliknya, yaitu berangkat dari Dekai pukul 12.30 WIT dan tiba kembali di Jayapura pukul 13.20 WIT.

Selain pengembangan bisnis, pembukaan rute di atas juga sebagai wujud nyata dalam merealisasikan misi Nam Air yaitu "Merajut Pulau Mendekatkan Jarak". Ketiga rute tersebut memiliki jaringan penerbangan ke beberapa daerah lain di Pulau Jawa sehingga masyarakat di Papua dan Papua Barat bisa lebih cepat dan efisien lagi melakukan perjalanan ke kawasan Indonesia bagian tengah maupun barat.

Selain menuju Biak, pelanggan Nam Air dari Nabire kelak dapat menikmati layanan penerbangan lanjutan ke Dekai. Untuk pelanggan yang melakukan penerbangan dari Nabire ke Jayapura, nantinya dapat menikmati penerbangan lanjutan hingga ke Yogyakarta, Makassar, dan juga Jakarta. Layanan tersebut juga berlaku untuk penerbangan sebaliknya.

Untuk rute penerbangan dari Dekai menuju Jayapura, nantinya akan memiliki layanan penerbangan lanjutan ke Surabaya, Jakarta, dan juga Nabire. Pelanggan Sriwijaya Air Group dari Sorong, Manokwari, Timika dan Merauke yang ingin menikmati penerbangan ke Nabire maupun Dekai dapat menempuhnya melalui penerbangan via Jayapura.

(T.A025/D007)

Editor: Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Top News
Baca Juga