Sabtu, 21 Oktober 2017

Pemprov Kepulauan Babel Canangkan Gerakan Tes IVA

id IVA, Muhammad Hendri
Pemprov Kepulauan Babel Canangkan Gerakan Tes IVA
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kepulauan Babel, Muhammad Hendri. (antarababel.com/Aprionis)
Saat ini kegiatan pencanangan tes Iva dan sadanis dipusatkan di Desa Sempan Kabupaten Bangka,
Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencanangkan tes inspeksi visual asam asetat (IVA) dan pemeriksaan payudara klinis (sadanis), sebagai deteksi dini kanker serviks dan payudara di daerah itu.

"Saat ini kegiatan pencanangan tes Iva dan sadanis dipusatkan di Desa Sempan Kabupaten Bangka," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kepulauan Babel, Muhammad Hendri di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan pencanangan tes IVA dan sadanis ini berdasarkan surat edaran Ibu Iriana Joko Widodo meminta  pemerintah provinsi dan kabupaten/kota pada Oktober 2017 untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan payudara, guna mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat.

"Kegiatan pencanangan tes IVA dan sadanis dihadiri Ibu Gubernur Kepulauan Babel Melati Erzaldi Rosman di Desa Sempan dan diikuti 500 ibu rumah tangga," ujarnya.

Untuk memerangi kanker serviks dan payudara ini, kata dia Dinas Kesehatan juga mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh PKK kabupaten/kota untuk mengajak ibu-ibu rumah tangga memeriksakan kesehatan di puskesmas.

"Saat ini kasus kanker serviks dan payudara mengalami peningkatan, karena prilaku seks bebas, ganti-ganti pasangan dan kesadaran menjaga kebersihan yang kurang," katanya tanpa menyebutkan angka kasus kanker payudara dan serviks di daerah itu.

Hendri mengatakan saat ini peralatan deteksi dini di seluruh puskesmas sudah sangat memadai, sehingga masyarakat khususnya ibu rumah tangga tidak akan kesulitan memeriksakan kesehatannya.

"Pemeriksaan deteksi dini kanker ini menggunakan metode sederhana yaitu IVA yang tidak membutuhkan waktu lama serta hasil yang diperoleh  akurat untuk mendeteksi virus penyakit tersebut," ujarnya.

Menurut dia saat ini resiko peningkatan kasus kanker serviks cukup tinggi, karena prilaku seks yang tidak baik.

"Saat ini pergaulan seks bebas marak dan sepertinya sudah menjadi hal biasa di masyarakat. Padahal seks bebas dan gonta ganti pasangan ini merupakan hal yang tabu dan dilarang agama telah terbukti menyebabkan penyakit berbahaya," katanya.

Editor: Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga