Sabtu, 21 Oktober 2017

Germas PHBS Kabupaten Bangka Barat Eliminasi Filariasis

id Germas, PHBS, Eliminasi
Germas PHBS Kabupaten Bangka Barat Eliminasi Filariasis
Wakil Bupati Bangka Barat Markus menerima sertifikat eliminasi Filariasis dari Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek pada Sabtu (7/10). (antarababel.com/Donatus Dasapurna Putranta)
Selain menggencarkan Germas PHBS, upaya pencanangan desa "open defecation free" (ODF) atau stop buang air besar sembarangan juga cukup ampuh untuk menyukseskan program tersebut,
Muntok (Antara Babel) - Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang digalakkan di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinilai berhasil mengeliminasi penularan penyakit filariasis atau kaki gajah.

"Selain menggencarkan Germas PHBS, upaya pencanangan desa "open defecation free" (ODF) atau stop buang air besar sembarangan juga cukup ampuh untuk menyukseskan program tersebut," kata Wakil Bupati Bangka Barat, Markus di Muntok, Kamis.

Ia mengatakan, germas PHBS dan ODF telah digencarkan dalam beberapa tahun terakhir mulai dirasakan manfaatnya dan terbukti mampu memutus mata rantai penularan penyakit yang diperantarai nyamuk tersebut.

Selain upaya tersebut, katanya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Kesehatan juga memberikan obat pencegahan massal untuk memutus mata rantai penularan filariasis secara gratis di berbagai desa.

Keberhasilan program tersebut terbukti ampuh dan diakui pemerintah pusat dengan diraihnya penghargaan berupa Sertifikat Eliminasi Filariasis yang diserahkan Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek beberapa hari lalu.

"Prestasi yang diraih Bangka Barat ini merupakan usaha dari berbagai pihak,  terutama para petugas puskesmas dan desa yang secara terus menerus mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," kata dia.

Ia juga memberikan apresiasi positif kepada seluruh masyarakat, pemangku kepentingan, para dokter dan puskesmas yang menjadi bagian salah satu ujung tombak dari keberhasilan tersebut.

Markus menambahkan hal yang lebih penting yaitu partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk turut serta mengeliminasi penyakit kaki gajah dengan menjalankan pola hidup bersih dan  sehat.

"Bukan sertifikatnya yang kita jadikan tujuan, tapi bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat sehingga terhindar dari segala penyakit termasuk kaki gajah," kata dia.

Kabupaten Bangka Barat termasuk satu dari 13 kabupaten /kota di Indonesia yang mendapatkan sertifikat eliminasi filariasis atau kaki gajah dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek pada acara pencanangan pelaksanaan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) pada Sabtu (7/10) di Desa Jatisono,  Kecamatan Gajah,  Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Editor: Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga